ROI tracking

Cara mencegah Praktek GB dalam Game Online

0

cara_mencegah_praktek_gb
(Photo by Henry Hustava)

 

Cara mencegah praktek GB

 

Praktek GB (Game Boosting) mulai popular sejak game-game online naik daun.

Biasanya dilakukan oleh seseorang supaya akunnya GG atau paling seringnya dilakukan oleh player-player yang memainkan sebuah game hanya untuk menjual akun itu dikemudian hari.

Lebih parahnya lagi para pedagang akun ini melakukan GB terus menerus sampai mereka punya beratus-ratus akun yang siap untuk dijual, dengan menggunakan alasan klasik mereka, yaitu; Edisi bosan main, Edisi bantu jual punya teman, Edisi lagi main game lain, atau yang paling popular Edisi Pensi alias Pensiun alias Berhenti main total.

Jual akun dengan alasan pensi main begitu slogan jualannya, tapi pensi-nya berulang-ulang karena setelah laku satu akun, lantas lanjut jual akun yang satu lagi, begitu terus-terus.

Pensiunnya bukan sekali tapi pensiun berkali-kali, haha, ini lucu dan konyol.

Cara mencegah para pencari kesempatan dalam kesempitan itu beraksi sebenarnya mudah. Yaitu dengan cara, Jangan pernah membeli akun. Itu saja. Tapi supaya lebih detail saya coba urai dibawah ini:

Jangan pernah membeli akun.

Karena seyogyanya akun sebuah game online tidak pernah dijual oleh developernya, kamu dipersilahkan untuk membuat akun secara gratis.

Bahkan dalam Term Of Service mereka banyak yang sudah mencantumkan bahwa Jual Beli akun tidak diperkenankan.

Semakin kamu membeli akun semakin marak praktek GB itu akan terjadi dan semakin sering kamu sendiri akan jadi korban GB orang lain, karena kamu tanpa sadar se-team dengan akun tumbalnya. Jadinya percuma kan kamu beli akun, karena toh kamu akan dibuat kalah dan kalah lagi.

 

Jangan termakan provokasi.

Apakak kamu sering menerima ledekan dan ejekan seperti (maaf): Noob? Bodoh? Goblok? Tolol? Bego main? Bodoh Main?

Percaya lah, banyak-banyak yang memprovokasi kamu itu adalah para gerombolan pedagang akun game online itu sendiri.

Supaya kamu menjadi tidak percaya diri dengan Akun kamu sendiri dan mencari jalan pintas membeli akun mereka yang (menurut mereka) sudah jadi.

Merintis sesuatu dari awal dengan segenap usaha dan kerja keras sendiri tetap lebih bernilai.

 

Dua hal diatas sudah cukup untuk meminimalisir volume perdagangan akun yang sebenarnya sangat merugikan itu. Karena hanya segelintir orang saja yang di untungkan oleh hal tersebut.

Belum lagi disebut beberapa kasus penipuan dalam transaksi jual beli akun game seperti;

  1. Uang sudah ditransfer tapi akun tidak kunjung diberikan, bahkan dalam banyak kasus penjualnya sudah kabur dan tidak bisa dihubungi lagi.
  2. Uang sudah ditransfer dan akun sudah diserahkan ke pembeli, tapi kemudian tanpa sepengetahuan pembeli akun tersebut di ambil kembali oleh sang penjual dengan cara mengalihkan tautan media sosial akun game tersebut ke media sosial lainnya. Akibatnya pembeli tidak dapat mengakses akun itu lagi.
  3. Uang dengan jumlah yang sudah disepakati telah di transfer, tapi kemudian akun yang diberikan adalah akun yang tidak sesuai dengan pesanan.
  4. Dan berbagai-bagai modus penipuan lainnya.

 
Diatas semua itu bermain dengan akun yang dibeli bukanlah solusi. Faktanya, akun GG yang kamu beli tetap tidak akan mampu mengubah kemampuan kamu dalam memainkan game itu.

Karena tetap yang lebih terampil bermain adalah orang yang menaikkan stat akun tersebut dan orang itu jelas bukan kamu, kamu kan pesan akun itu dari orang yah.

Yang ada malah kamu dengan tingkat keterampilan bermain yang kamu miiki hanya akan perlahan tapi pasti menurunkan Rasio Kemenangan (Win Rate) akun tersebut, yang ujung-ujungnya membuat kamu membeli akun lagi?…

#tepokjidat

 
Bermain dengan aman dan menyenangkan.
 

Penulis tamu untuk situs babicodet postbook blog, yang menyumbangkan beberapa artikel untuk ditayangkan di babicodet[dot]com.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.