Atlet Indonesia tertua dan termuda Asian Games 2018

altet asian games 2018

Atlet peserta Asian Games Ke-8 Jakarta-Palembang 2018

Ada yang menarik di Asian Games 2018 ini, yang saya catat di hari terakhir penyelenggaraan Asian Games 2018 ini. Ternyata usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi dalam bidang Olah Raga.

Padahal sebagian besar cabang Olah Raga yang ada menuntut usia muda dengan stamina prima untuk bisa ikut berkompetisi. Dan tentu saja kekuatan mental dalam menghadapi lawan.

Namun ada juga beberapa cabang Olah Raga yang menuntut kekuatan pikiran seperti catur dan bridge. Dan tentu saja yang baku adalah kekuatan mental untuk menghadapi lawan secara langsung.

Kekuatan Fisik ditambah kekuatan mental, dan kekuatan pikiran ditambah kekuatan mental. Itulah Olah Raga. Itulah sport.
 
 

Atlet Indonesia tertua dan termuda

 

Atlet Indonesia tertua yang menyumbangkan medali

Atlet Indonesia penyumbang medali tertua pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 adalah Bambang Hartono. Beliau memberikan medali perak untuk Indonesia dari cabang Olah Raga Bridge. Olah raga bridge yang membutuhkan strategi jitu dari pikiran yang taktis dan mental yang kuat dalam menghadapi lawan secara langsung, di lakoni oleh pria berusia 79 tahun ini, dalam menghadapi lawan dari negara lain.
 

Atlet Indonesia termuda yang menyumbangkan medali

Atlet Indonesia termuda yang juga menyumbangkan medali adalah Nyimas Bunga, yang memberikan medali perak untuk Indonesia dari cabang Olah Raga Skateboard. Si kecil berusia 12 tahun ini mentalnya tidak diragukan lagi, dengan ketenangan dan kepercayaan dirinya on the spot langsung dengan lawan kuat yang berusia lebih dewasa dari Philipina, Jepang, Cina, dan lain-lain. Dengan keseimbangan yang luar biasa dia menyelesaikan tiap trik skateboardnya dengan baik.
 

Sejarah baru sudah terukir dalam Asian Games 2018 ini, hal yang belum pernah terjadi sejak penyelenggaraan Asian Games I tahun 1962 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Indonesia berhasil melampaui batas mengumpulkan 31 medali emas, dari hanya 16 medali emas yang ditargetkan.

Pemerintah mengapresiasi para peraih medali emas dengan bonus uang tunai sebesar Rp. 1,5 milyar, rumah, dan pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil.

Untuk raihan medali perak dan perunggu juga mendapatkan sejumlah bonus dari pemerintah. Untuk info lebih lengkap mengenai apa-apa saja yang diberikan oleh pemerintah untuk mengapresiasi hal itu, bisa dilihat langsung di situs resmi penyelanggaraan Asian Games 2018.

Apresiasi untuk prestasi tanpa batas yang menuliskan kalimat baru dalam sejarah Indonesia, untuk dibaca oleh generasi-generasi masa depan, bahwa untuk pertama kalinya sejak merdeka Indonesia berhasil meraih 31 emas dalam parhelatan besar tingkat Asia, Olympiade mini yang diikuti oleh 45 negara di Asia.

Tanggal 2 September 2018 besok akan diadakan acara penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang diselenggarakan di Stadion GBK Jakarta. Penjualan tiket untuk acara ini sejak kemarin tgl 31 Agustus 2018 sudah terjual habis.

Menurut informasi yang saya dapatkan dari televisi, Erik Thohir menyatakan bahwa ada tambahan 10,000 tiket untuk nobar di luar gedung GBK dengan memasang 6 buah layar raksasa. Semoga ini bisa menghibur buat yang tidak kebagian tiket dalam stadion.

Saya tidak membuat satu tulisan pun sejak hari pertama Asian Games 2018 dengan pertimbangan banyaknya media lain yang sudah meliput semua itu secara detail.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73 tanggal 17 Agustus 2018 dan
Selamat atas prestasi Indonesia di ajang Asian Games Jakarta-Palembang 2018 yang dibuka tanggal 18 Agustus 2018.

In do ne sia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *